![]() |
| Sindi Nur Kharisma |
Partai Demokrat merupakan partai politik yang memiliki tujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Salah satu bukti nyata dari upaya partai demokrat untuk mencapai tujuannya yaitu dengan berperan dalam penanganan pandemic covid 19 yang melanda Indonesia dalam waktu kurang lebih 1,5 tahun ini.
Covid 19 telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemic. Presiden Republik Indonesia telah menetapkan kedaruratan kesehatan masyarakat Covid 19 di Indonesia dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020. Pandemi Covid 19 perlu mendapat perhatian yang serius. Oleh karena itu ditetapkan segala aturan yang ditetapkan pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satunya yaitu dengan diberlakukannya protocol kesehatan dan pembatasan kegiatan sosial yang wajib dipatuhi oleh seluruh masyarakat untuk kepentingan bersama.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkapkan tiga dampak besar pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia sehingga masuk dalam masa krisis. Hal tersebut disampaikan Suryo Utomo saat memperingati Hari Pajak 2020 yang bertema “Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong”. Suryo menyebutkan dampak pertama adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi jatuh cukup dalam.
Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I 2019 ke 2,84 persen pada kuartal I tahun ini. Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha.Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti. Di sisi lain Suryo optimis pemulihan ekonomi akan mulai terjadi pada triwulan III dan IV yakni salah satunya melalui peningkatan sinergi antara pemerintah dan para Wajib Pajak (WP) yang patuh membayar pajak.
Di Indonesia, pembatasan kegiatan sosial ditetapkan sebagai upaya dalam menekan peningkatan kasus positif covid 19 dengan diberlakukan pembatasan perjalanan, karantina mandiri, pemberlakuan batas jam malam, penundaan bahkan pembatasan seluruh acara secara luring, dan penutupan seluruh fasilitas serta tempat wisata. Dalam penanganan kasus Covid 19 ini kita perlu mengapresiasi kerja keras para tenaga medis merupakan garda terdepan. Tenaga medis tentu membutuhkan peralatan kesehatan yang menunjang upaya yang mereka lakukan. Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan bahwa “Saya menaruh hormat yang luar biasa kepada para dokter ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ yang berada di garis terdepan, dibantu oleh para perawat dan tim medis atas upaya-upaya untuk memastikan sukses penanganan kesehatan dan keselamatan masyarakat,”
Berbagai dampak dari pandemic tersebut Partai Demokrat sebagai partai pilitik ikut mengambil peran dalam menangani pandemic dengan memberikan arahan kepada seluruh pengurusnya untuk mematuhi protocol kesehatan yang telah ditetapkan. Agus Harimuti Yudhoyono selaku ketua umum Partai Demokrat mengatakan bahwa Partai Demokrat sering memberikan masukan kepada pemerintah terkati dengan penanganan Covid 19. Selain itu Bapak AHY juga mengapresiasi kerja pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan peningkatan kasus Covid 19. Namun pemerintah tetap membutuhkan peran serta masyarakat Jawa Timur untuk selau disiplin menetapkan protocol kesehatan. Karena meskipun peraturan telah ditetapkan tapi masyarakatnya tidak disiplin maka akan cukup sulit menekan angka peningkatan kasus Covid 19.
Salah satu upaya untuk menekan peningkatan dampak pandemic Covid 19 pada kemiskinan dan tingkat pengangguran yaitu dengan diadakannya acara Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 90 orang peserta dari 6 usaha kecil dan menengah yang berasal dari dua daerah yaitu Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo. Tiga IKM (Industri Kecil Menengah) dari Ngawi yaitu IKM Furniture, IKM Pengelasan, dan IKM Perbengkalan. Dari Ponorogo 3 IKM yaitu IKM Kerajinan Kulit, IKM Pakaian Jadi, IKM Makanan Ringan.
Dalam kegiatan tersebut Erdhie Baskoro Yudhoyono atau yang lebih dikenal Ibas mengatakan bahwa “Saya yakin bahwa pelaku IKM inilah yang hingga saat ini menjadi penyangga perekonomian negara. Bukan soal kecilnya skala usaha, tapi jika dijumlah secara keseluruhan bisa mencapai tujuan unit usaha/industri tersebar diseluruh pelosok Nusantara. Usaha inilah yang bisa membuat perekonomian Negara stabil.”
Banyak usaha yang terpaksa tutup akibat pandemic Covid 19 sehingga proses jual beli menurun. Hal ini disebabkan karna daya beli masyarakat yang menurun, omset menurun, dan mungkin juga hutang yang menumpuk. Terkait hal ini Ibas menyampaikan bahwa beliau memahami kesulitan yang ada. Namun langkah yang diambil pemerintah pun bukan hal yang mudah, karena memang harus ada yang dikorbankan.
Melalui EBY Foundation, Ibas membantu memperkuat modal UMKM di Tengah Pandemi Covid 19. Para pegiat UMKM yang rata-rata adalah pedagang, menerima bantuan modal usaha yang terdampak Covid 19. Hal ini diperjelas pada saat bertemu dengan para pedagang secara virtual (daring) yang dilaksanakan secara serentak. Ibas mengatakan bahwa “Saya akan kawal dan ingatkan kepada mereka yang lebih mampu untuk saling peduli dan berbagi pada sesama. Termasuk kepada Pemerintah untuk lebih memperhatikan sector UMKM agar UMKM dapat terus berkarya dan menghasilkan. Apaah itu berupa insentif, penyaluran KUR, keringanan bunga cicilan dan lainnya.”
Untuk memacu pertumbuhan ekonomi FDP meminta pemerintah terus menstimulasi perekonomian. Caranya antara lain dengan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung terus UMKM
agar dapat tetap berkarya serta membuka lapangan pekerjaan baru demi menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Ditulis Oleh : Sindi Nur Kharisma




Tidak ada komentar:
Posting Komentar