Gerakan G-Duapuluh” Bantu Pemerintah Atasi Kemiskinan” - Suara Parlemen

Post Top Ad

Kunjungi Pengiklan

Gerakan G-Duapuluh” Bantu Pemerintah Atasi Kemiskinan”

Share This
Sebarkan Virus G-20

Suara Parlemen - P
ermasalahan kemiskinan yang terjadi pada negara saat ini memang tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pemerintah, tetapi kemiskinan yang cukup komplek jugaseharusnya  membutuhkan kepedulian dari semua pihak secara bersama-sama berkordinasi dan berkontrobusi untuk bisa membantu mengurangi angka kemiskinan, namun apa yang terjadi pada saat ini dalam penagananya masi cenderung kurang melibatkan semua pihak. Hal tersebut yang akhirnya memicu sebuah komunitas yang bernama gearakan G-Duapuluh untuk berinisiatif membantu langsung dalam menekan angka kemiskinan yang terjadi pada saat ini, gerakan G-Duapuluh sendiri merupakan fasilitator PNPM ( Program Nasional Pemberdayaan Msyarakat)yang mempunyai kepedulian terhadap permasalahan kemiskinan yang ada pada saat ini. Nugroho yang menjadi salah satu inisiator berdirinya gerakan ini mengungkapkan bahwa “ kami dan teman-teman anggota fasilitator PNPM mendirikan sebuah gerakan ini karena murni akan kepedulian kita tentang kemiskinan, mungkin hall tersebut terjadi karena kita yang berada di lapangan sehingga kita yang tau akan bagaimana keadaan masyarakat yang miskin, dengan permasalahan seperti itu itu munculah gerakan ini dengan mengumpulkan semua fasilitator PNPM untuk berdiskusi terkait solusi dan munculah geraka ini”.

“Gerakan G-Duapuluh berawal di wilayah Sidoarjo namun tudak bisa dipungkiri dengan melihat semangat dari teman-teman anggota G-Duapuluh kedepanya akan bisa ada di seluruh Jawa Timur syukur-sykur di seluruh indonesia”, ungkap salah satu anggota. Dari apa yang sudah dilakukan oleh G-Duapuluh ini sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan memberikan bantuan mulai dari kaki palsu, sembako ke panti yatim piatu, beasiswa kepada murid yabng berprestasi dan tetapi tidak mampu dalam hal ekonomi, hingga sampai pada program kewirausahan bagi mereka yang mebutuhkan, dan nentunya diharapkan dari program tersebut mampu untuk mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan, salah satu yang mendapatkan bantuan program kewirausahaan dari G-Duapuluh adalah bapak Shokeh, dengan diberikan bantuan usaha pracangan bapak yang tinggal di desa Gedangan Sidoarjo ini mengungkapkan “ saya berterimah kasih atas apa yang telah diberikan oleh G-Duapuluh terhadap keluarga saya, semoga apa yang dilakukan ini bisa mnjadikan saya dan kelurga lebih baik kedepanya dalam hal kesejahteraan hidup kami”.

Sebarkan Virus G-20
Saat disinggung tentang bagamana sumber dana yang diperoleh G-Duapuluh, nunggroho yang sebagai salah satu pencetus berdirinya G-Duapuluh menuturkan” bahwa sumber dana gerakan ini adalah dari para anggota sendiri dengan membayar 20 ribu setiap bulanya, dan karena itu yang menjadikan nama G-Duapuluh”, dengan semboyan tetap sebarkan virus G-20 peduli dengan senyuman, gerakan ini menjadikan sebuah kebermanfaatan yang bisa dirasakan langsung masyarakat yang mebutuhkan, namun tidak bisa dipungkiri permasalahan atau hambatan G-Duapuluh yang terjadi saat ini masalah dari anggaran yang didapatkan dari anggota, mungkin karena masih terkendala kordinasi dan lain sebagainya sehingga pada  setiap bulanya saat pengumpulan dana masih agak susah mengingat kita juga membayar iuran berasal dari menyisahkan gaji kami dari fasilitator PNPM”ungkap Nugroho. 

Saat disinggung mengenai harapan dari G-Duapuluh Nugroho menegaskan “kami dan teman-teman nantinya berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memperluas G-Duapuluh ini di seluruh Jawa Timur bahkan seluruh Indonesia mengingat fasilitator PNPM berada di seluruh indonesia sudah ada hanya tinggal kordinasinya saja, namun kami juga berharap kepada masyarakat untuk turut ambil bagian dari gerakan G-Duapuluh ini, syukur-syukur mendapatkan dukungan dari pihak pemerintah tak terkecuali anggota Dewan terkait gerakan kami, namun kami juga berusaha agarnantinya kami dapat didukung dari pihak swasta akan keberlanjutan gerakan yang kami gagas” tegas Nugroho.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages