Suara Parlemen - Anak Setya Novanto, Reza Herwindo, diketahui menjadi komisaris sekolah
penerbangan tanpa menyetorkan modal, dan sekolah itu pun hanya
meluluskan 4 pilot sepanjang 2013-2014.
"Mas Reza tidak kasih modal. Modalnya dari Mas Aditya dan Ivando,"
kata saksi Andika Mohammad Yudistira Monoarfa, anak anggota Dewan
Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa di pengadilan tindak
Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.
Andika bersaksi untuk mantan Ketua DPR Setya Novanto yang didakwa
melakukan tindak pidana korupsi pengadaan KTP-Elektronik yang
menyebabkan kerugian negara senilai Rp2,3 triliun dari total anggaran
Rp5,9 triliun.
"Di BAP disebutkan Rp500 juta sampai Rp1 miliar dari Reza, jadi
sahamnya Reza, ini bagaimana?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad
Burhanuddin.
"Dia bukan pemegang modal, ini perusahaan kecil, untuk modal
dipinjamkan oleh orang tua Aditya dan Ivando, bentuknya investasi saham
dipegang saya, Reza, dan Aditya yang kantornya di Sumenep, Pulau Madura
dan Equity Tower lantai 22 SCBD," tambah Andika.
Andika mengaku tidak tahu siapa pemilik kantor di Equity Tower itu
dan hanya sempat berkantor selama 5 bulan karena lebih banyak berada di
Sumenep, Madura.
"Kantor hanya dipinjami saja oleh Reza, Adit, Ivando, modal total
Rp2 miliar dari saya kurang lebih Rp500 juta tapi tidak saya bayar
langsung. Reza baik hati mencari-cari teman-temannya untuk jadi pemodal,
tadinya saya tidak kenal mas Adit dan mas Ivando jadi mas Reza yang
menjamin saya tidak membawa lari uangnya," jelas Andika.
Perusahaan itu pun tidak pernah untung.
"Alhamdulilah saya tidak pernah sampai untung, semua pengelolan
uang dipersiapkan ke saya, itu semua dari Adit dan Ivando, dari Reza
sama sekali tidak ada tapi saham mayoritas dicatat untuk mas Reza karena
beliau yang jamin kalau saya tidak lari, beliau lahir tahun 1988 tahun
ini 30 tahun persis," ungkap Andika.
Andika sendiri hanya tahu bahwa Reza adalah kawan baik anaknya.
"Sekolah sudah berhenti beroperasi, karena jumlah pilot terlalu
banyak kami hanya pernah berhasil meluluskan 4 siswa setelah itu tutup,"
ungkap Andika.
Setelah Andika diperiksa penyidik KPK, menantu Setya Novanto, Jason
Harijono Setiawan (suami Dwina Michaella) pun memberikan alamat
facetime kepada Andika untuk menanyakan isi pemeriksaannya tersebut.
"Saya pertama kali diperiksa untuk Anang Sugiana lalu malamnya saya
ketemu Jason dan dikasih alamat facetime, lalu paginya saya diperiksa
lagi," ungkap Andika.
Andika juga mengakui kenal dengan direktur perusahaan Biomorf Lone
LLC Johanes Marliem. Johanes Marliem diketahui adalah penyedia Automated
Finger Print Identification System (AFIS) merk L-1 untuk KTP-E.
"Saya kenal Johannes Marliem, mungkin tahun 2013-2014 di restoran tempat kumpul-kumpul biasa," tambah Andika.
Menurut Andika, Johannes Marliem adalah orang yang kaya sekali dan tinggal di Amerika Serikat.
"Saya tidak tahu bisnisnya apa, kami diskusi juga ledek-ledekan,
saya sering kontak dengan Johannes Marliem (semasa hidupnya) tapi dia
tidak pernah cerita soal KTP-E," ungkap Andika.
Dalam perkara ini Setya Novanto diduga menerima 7,3 juta dolar AS
dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek
KTP-E. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT
Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun
rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy
Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.
Sedangkan jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus
dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian
dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses
penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai
Rp2,3 triliun.
Anak Setnov jadi komisaris tanpa setor modal
Share This
Tags
# Politik dan Pemilu
Share This
About Risma Novita Sari
Politik dan Pemilu
Label:
Politik dan Pemilu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar