Obat Penghilang Nyeri Bisa Kurangi Rasa Sakit Hati Dikhianati - Suara Parlemen

Post Top Ad

Kunjungi Pengiklan

Obat Penghilang Nyeri Bisa Kurangi Rasa Sakit Hati Dikhianati

Share This
Suara Parlemen  - Banyak orang beranggapan jika menelan obat penghilang rasa sakit atau pain killer dapat membantu mengatasi rasa nyeri yang diderita. Misalnya saja, sakit kepala.

Tapi tak banyak yang tahu jika obat-obatan penghilang rasa sakit dapat berdampak pada psikologis atau sisi emosional Anda. Obat-obatan penghilang rasa nyeri itu, di antaranya parasetamol, ibuprofen, dan plasebo.

Sebuah studi oleh University of California menemukan bahwa obat nyeri yang populer seperti parasetamol dan ibuprofen, dapat mempengaruhi bagaimana seseorang memproses informasi dan merasakan sakit hati.

"Dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo, wanita yang memakai ibuprofen lebih sedikit merasakan sakit hati, seperti usai putus cinta atau dikhianati," tulis studi tersebut seperti dikutip dari The Telegraph, Kamis (8/2/2018).

Sementara, lanjut studi tersebut, pria menunjukkan pola yang berlawanan. "Para periset juga menemukan, pil mempengaruhi kemampuan untuk berempati dengan rasa sakit orang lain."

Sebab, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi plasebo, orang-orang yang memakai parasetamol kurang tertekan saat membaca tentang seseorang yang mengalami rasa sakit fisik atau emosional. Mereka juga cenderung merasa kurang memperhatikan orang tersebut.

Mereka yang mengambil dosis parasetamol juga membuat lebih banyak kesalahan atau kelalaian dalam pekerjaan dan berbagai waktu, baik untuk melakukan atau tidak melakukan tugas.

"Studi ini juga menunjukkan bahwa obat penghilang rasa sakit dapat mempengaruhi reaksi terhadap objek emosional."

Sementara itu, menurut Asisten Profesor di University of California Santa Barbara Kyle Ratner, temuan tersebut mengkhawatirkan. Sebab, lewat studi itu, orang-orang akan beranggapan jika ketika mereka menggunakan obat penghilang rasa sakit akan mengurangi gejala fisik yang dirasakan.

"Namun mereka tidak mengantisipasi efek psikologis yang lebih luas," kata Ratner. Ia menambahkan, obat-obatan tersebut memberi efek negatif bagi orang yang menggunakannya bersamaan dengan obat-obatan lain atau bagi mereka yang mengalami depresi.

Lagi pula, para periset yang meneliti studi tersebut juga menekankan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian lagi untuk mengambil kesimpulan jika obat penghilang rasa sakit tersebut dapat membantu orang mengatasi perasaan sakit hati.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages