![]() |
| foto: Irawan S Leksono |
Terkait hal itu, Irawan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memerangi bahaya narkoba.
Irawan menyampaikan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, sebanyak 5,9 juta di antaranya menjadi pecandu narkoba.
"Bayangkan hampir enam juta anak, berusia di bawah 18 tahun, adalah pecandu narkoba. Bisa kita bayangkan betapa berbahayanya narkoba jika kita tidak memeranginya habis-habisan," ujar Irawan kepada wartawan di ruang kerjanya, Kantor Pusat Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/6).
Irawan, dengan rendah hati mengatakan, dengan segala keterbatasan, ia ikut memerangi narkoba melalui jalur pendidikan.
Irawan memang tercatat memiliki dan memimpin Yayasan Al Ikhlas DjojoOetomo di Madiun, Jawa Timur.
Yayasan ini bergerak di bidang Pendidikan dan Sosial. Sejak berdiri tahun 2010, Yayasan ini mengelola Masjid peninggalan mendiang Orang Tuanya, dan saat ini telah berkembang mengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Pendidikan Alquran (TPA), dan Madrasah Diniyah (Madin).
"Ya baru itulah yang bisa saya dan keluarga perbuat. Niat saya, jika anak-anak kita telah dibekali dengan pendidikan moral dan keagamaan sejak dini maka mereka bisa menjadi generasi yang kuat dari berbagai pengaruh buruk, terutama narkoba," Irawan menerangkan.
Perang terhadap narkoba, kata Irawan, memang harus maksimal dilakukan. Tetapi perang ini harus dilakukan sejak dini. Kita harus mempersiapkan generasi penerus sebagai generasi yang moralis, kreatif, cerdas, kompetitif, dan pantang menyerah.
"Jika generasi penerus sudah kita siapkan sejak dini maka insyaa Allah mereka bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Tentu hal ini harus diiringi hukuman yang maksimal kepada para pembuat dan pengedar narkoba," ujar Irawan yang menyatakan para bandar dan pengedar narkoba itu layak dianggap sebagai penjahat kemanusiaan.
Irawan mengharapkan seluruh komponen bangsa bersatu memerangi narkoba. Tanpa Kebersamaan yang utuh maka masyarakat sehat yang terhindar dari bahaya narkoba adalah khayalan semata.
"Penyalahgunaan narkoba adalah musuh seluruh anak bangsa. Sebuah bangsa pasti hancur jika masyarakatnya tidak bersatu dalam memerangi bahaya narkoba. Sejak lama diketahui, tidak perlu sebutir peluru pun untuk menghancurkan sebuah bangsa dengan narkoba. Bikin bangsa itu menjadi pecandu narkoba, maka dengan sendirinya mereka akan hancur, perlahan tapi pasti," Irawan memungkasi.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar