![]() |
| foto: Irawan Satrio Leksono |
Menyikapi peringatan Hari Koperasi Nasional kali ini, Irawan Satrio Leksono, Wakil Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, yang juga mantan Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang ditempatkan sebagai Dewan Pengawas di LPDB KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah) tahun 2010-2014, di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam peringatan koperasi kali ini sangatlah tepat.
"Sebagai salah satu fondasi perekonomian bangsa, maka sudah sepantasnya kita memberi perhatian pada penguatan lembaga koperasi itu sendiri, baik dari segi Manajemen maupun Permodalan”, ujar pria yang biasa disapa Irawan ini kepada wartawan saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, di jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).
Irawan mengatakan pertumbuhan koperasi di Indonesia layak diacungi jempol karena sudah mendapat pengakuan dunia. Sebaga contohnya, salah satu yang membanggakan, “Pada tahun 2013, salah satu Koperasi di Indonesia yaitu Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) diakui oleh International Cooperative Alliance (ICA / Organisasi Gerakan Koperasi Internasional), sebagai koperasi dengan rangking 205 dunia dari 300 koperasi berskala internasional," katanya.
Maka wajar jika karena hal-hal tersebut maka pada puncak Peringatan Hari Koperasi ke 67, 15 Juli 2014 di Lapangan Benteng Medan, Provinsi Sumatera Utara,
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dianugerahi gelar Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia oleh para insan Gerakan Koperasi Seluruh Indonesia melalui Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), kenang Irawan.
"Dengan bangga kami memutuskan memberikan penghargaan tertinggi bidang Koperasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia” demikian yang dikatakan Menteri Koperasi dan UKM Kabinet Indonesia Bersatu II Sjarifuddin Hasan dalam sambutannya pada acara tersebut.
Karenanya, Irawan berharap kemajuan perkoperasian yang telah nyata di masa Pemerintahan SBY bisa semakin ditingkatkan di masa kini maupun masa-masa yang akan datang. “Koperasi Indonesia harus terus didorong dan dijaga pertumbuhannya, agar dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perekonomian, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah”, lanjut Irawan.
Karena semangat dan falsafah koperasi yang tidak menginginkan melebarnya kesenjangan, serta memberikan kemakmuran bagi seluruh anggota (masyarakat), Irawan berharap semua pihak terkait dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan dan penguatan koperasi. “Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga agar kesenjangan ekonomi tidak semakin melebar, dan dapat mendorong terjadinya pemerataan kesejahteraan yang adil untuk dapat terus dinikmati oleh anggota yang nota bene adalah bagian dari rakyat Indonesia," Irawan menjelaskan.
Ditambahkannya, prinsip dasar koperasi adalah melandaskan kegiatannya pada gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar, mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, dan aktivitas yang nyata di tengah Masyarakat. “Jika koperasi dibina maksimal maka para anggotanya akan semakin sejahtera. Maka binalah Koperasi agar dia menjadi Sehat dan Kuat. Dengan Kuatnya Koperasi, maka Rakyat akan Sejahtera dalam keadilan. Dirgahayu Koperasi Indonesia”, Irawan memungkasi. (Alex-Red)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar