![]() |
| Foto: Tengah Ibu Nur Haruna |
Tentu kita masih ingat sosok pahlawan R.A Kartini yang mendirikan “sakola istri” di zaman penjajahan untuk mendidik kaum hawa di tengah ketidakadilan yang membelenggu mereka. Hasilnya membuahkan pemikiran bahwa perempuan juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan.
Dengan spirit yang sama, Hj. Nurhendriyati Ningsih berkeliling kampus-kampus di Sidoarjo untuk berbagi pengalaman peran Perempuan dalam membangun perempuan tangguh.
Perempuan yang sering di panggil Ibu Nur Haruna dan juga DPRD Sidoarjo mengatakan dalam dialog terbuka dengan di hadiri ratusan Mahasiswa UMAHA "Kita semua wajib berkontribusi di Masyarakat Sidoarjo, Jadikan Sidoarjo kota ramah terhadap perempuan". Tuturnya
Dengan dialog terbuka ini, kata Ibu Nur Haruna, Peran Perempuan mendorong empat peran Sidoarjo yaitu pertama, membangun kesadaran di lingkungan masyarakat, kedua membangun kemampuan menata keluarga, ketiga membangun kemampuan aktif dalam forum-forum masyarakat dan keempat mendorong berkontribusi dalam menentukan arah pemerintahan Sidoarjo.
Diharapkan setelah mengikuti dialog terbuka di UMAHA ini, akan ada perubahan pola pikir yang lebih kritis dan lebih peduli dalam menyikapi masalah yang ada dilingkungannya, serta mengetahui akan hak-haknya sebagai perempuan yang harus setara dengan laki-laki dalam hal apapun sehingga diskriminasi, kekerasan, ketidakadilan terhadap kaum perempuan bisa berkurang di Sidoarjo. Tutup ibu Nur Haruna




Tidak ada komentar:
Posting Komentar