![]() |
| foto: Linda Octavia Silanno |
Pegiat wirausaha muda itu, mengatakan bahwa seiring perkembangan zaman, muncul pergeseran cara pandang generasi muda tersebut.
"Ya, kalau generasi saya dulu, pilihan pertama tentu jadi pegawai. Jadi pengusaha itu pilihan terakhir," katanya, saat di konfirmasi di kantor suaraparlemen, Jakarta (24/10/2018).
Sedangkan bagi generasi sekarang, lanjut perempuan di sapa Linda, tertarik menjadi pengusaha, lantaran lebih bebas, tanpa dikekang aturan sebuah perusahaan.
Menurutnya, hal tersebut, bisa dimanfaatkan, untuk mengarahkan mereka menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja.
Kalangan pemuda didorong untuk memiliki mindset (pola pikir) wirausaha, dan bukan sekedar pegawai. Seorang wirausaha, akan ditandai dengan inovasi dan kreativitas untuk memberi nilai tambah pada produknya.
Linda menuturkan, sejumlah usaha yang kini mulai tumbuh, antara lain di bidang kerajinan dan kuliner.
Ditambah, munculnya profesi baru, seperti penyedia jasa pembuat aplikasi rintisan, seakan memperlihatkan keengganan generasi muda, untuk jadi pegawai.
"Harus ada penyadaran sejak dini, untuk menumbuhkan jumlah pengusaha. Mestinya, ada kurikulum tersendiri, di setiap jenjang pendidikan, agar ilmu tentang kewirausahaan itu benar-benar tepat sasaran," tuturnya.(AL/Red)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar