Suara Parlemen - Ratusan pengemudi ojek online mendatangi kantor Polres Cianjur, Jawa
Barat, Kamis, untuk mengawal teman mereka melaporkan peristiwa
penyerangan dan pemukulan yang diduga dilakukan oleh pengendara ojek
pangkalan pada sehari sebelumnya.
Informasi ratusan pengemudi ojek online tersebut datang dari
sejumlah kota terdekat seperti Bogor dan Sukabumi yang datang sejak pagi
dan berkumpul di lokasi biasa pengemudi ojek online berkumpul di Jalan
Pangeran Hidaytullah, Cianjur.
Ketua Pengemudi Grab Cianjur, Yanwar Sidik, mengatakan, ada empat
rekan mereka yang melaporkan kasus penyerangan dan pemukulan tersebut.
Meskipun tidak diundang ratusan pengemudi Grab di dua kota terdekat
datang secara sukarela untuk memberikan dukungan pada korban.
"Teman-teman hanya mengawal pelaporan, dari tujuh korban
penyerangan hanya empat yang mengalami luka-luka dan kehilangan barang
saat diserang ojek pangkalan secara tiba-tiba satu hari sebelumnya,"
kata Yanwar.
Dia menjelaskan, pengemudi online di Cianjur tidak akan melakukan
penyerangan balik karena memilih untuk menyerahkan sepenuhnya
penyelidikan dan proses hukum ke Polres Cianjur. Saat melakukan
pengawalan ke Polres Cianjur, semua pengemudi ditekankan untuk bersikap
santun.
"Kami tidak akan membalas penyerangan tersebut karena mereka tetap
saudara kami. Kami tekankan pada semua pengemudi untuk tidak
terprovokasi karena ada hukum agar pelaku diproses sesuai ketentuan yang
berlaku," katanya.
Dia menuturkan, sejak awal keberadaan angkutan online masuk ke
Cianjur, pihaknya sudah mencoba untuk merangkul pengemudi ojek pangkalan
termasuk untuk memiliki sarana telepon pintar hingga kendaraan
difasilitasi berupa kredit ringan.
"Kami juga menawarkan mereka untuk membantu membuat Surat Izin
Mengemudi (SIM), namun upaya tersebut belum direspon positif pengemudi
ojek pangkalan. Rencananya akan ada mediasi antara ojek online dan
pangkalan difasilitasi Dinas Perhubungan dan Polres Cianjur," katanya.
Wakapolres Cianjur, Kompol Santiadji Kartasasmita, mengatakan,
pihaknya menerima ratusan pengemudi ojek online yang ikut mengawal
laporan atas penganiayaan dan pengrusakan yang dilakukan pengemudi ojek
lain satu hari sebelumnya.
Pihaknya berjanji segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan
menangkap pelaku penganiayaan dan pengrusakan di lokasi tempat pengemudi
ojek online biasa berkumpul. Pihaknya mengimbau agar pengemudi ojek
online sepenuhnya meyerahkan masalah tersebut ke institusi hukum.
"Kita akan proses secepatnya dan pelaku segera ditangkap. Kami
imbau pengemudi ojek online tetap beroperasi untuk menghidupi
keluarganya dan tidak melakukan aksi balasan," katanya.
Ratusan pengemudi ojek online "serbu" Polres Cianjur
Share This
Tags
# Suara Rakyat
Share This
About Risma Novita Sari
Suara Rakyat
Label:
Suara Rakyat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar